apa sich itu psikologi industri??
yang jelas salah satu mata kuliah yang sedang saya ambil di semester 2 ini :)
hmmm, dari pertemuan pertama sabtu lalu, banyak bgt 'pencerahan' yang didapat saat mata kuliah ini berlangsung, tentang organisasi yang kita sepakati sama dengan suatu perusahaan, dimana terdapat sekumpulan orang-orang yang melakukan sesuatu kegiatan yang terstruktur dan mempunyai tujuan yang sama.
coba, perusahaan mana yang tidak mempunyai ciri-ciri diatas??
jadi, kesimpulannya organisasi itu sama dengan perusahaan.
oke, kita sambungin dengan tempat saya bekerja di salah satu perusahaan plating di daerah gunung putri,
jujur aja karena saya pun baru masuk kurang lebih 3minggu, jadi saya belum bisa menilai semuanya dengan baik...
pertama saya masuk ke perusahaan itu, saya diperkenalkan oleh seluruh pegawai yang ada, dan saya diberi job desc yang memang sesuai dengan pekerjaan saya sebagai analis kimia (Quality Control dan Admin Lab) oke, gak masalah, maenannya sama komputer doang koq :)
setelah beberapa hari, saya pelajari orang-orang disekitar saya, mulai dari kepala QC, kepala produksi, sampe 'Tuan Muda' anak dari yang empunya perusahaan itu, karena beliau sering terjun langsung ke produksi, apalagi kalo lagi ada masalah,
inget banget, baru hari ke-2 saya bekerja disana, beliau yang begitu kaku terhadap keadaan, dalam arti semuanya harus sesuai teori, sehingga membuat saya harus pulang lebih sore, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya seharusnya dia tahu, karena beliau adalah seorang sarjana kimia dari universitas luar negeri.. hemmm, membuat saya bingung harus bagaimana ! (karena takut dikira sok pinter :p)
keesokan harinya saya mendengar cerita dari orang-orang produksi bahwa beliau itu memang seperti itu, yang selalu kaku terhadap keadaan, karena semua yang ada di teori harus sama dengan hasil prakteknya, padahal kan gak ada teori yang bisa sama 100% dengan hal yang terjadi di prakteknya, makanya, sekolah menengah kejuruan (SMK) lebih banyak praktek dibanding teori, agar kita bisa lebih mengetahui duduk persoalan yang terjadi bukan? bukan hanya modal teori, tapi harus dibuktikan dengan praktik, karena sedikit saja perlakuan berbeda yang kita berikan terhadap sesuatu itu, maka akan menghasilkan yang berbeda juga..
hingga akhirnya saya baru mengetahui, bahwa 'orang-orang besar' disana tidak ada yang basic-nya dari kimia, padahal perusahaan ini salah satu perusahaan manufactur, dimana setidaknya ada satu lah 'orang kimia' didalamnya, bahkan kepala QC pun bukan dari Sekolah Kejuruan Analis Kimia / Kimia, beliau merupakan 'orang mesin' betapa kagetnya saya mendengarnya, bagaimana bisa perusahaan ini maju jika tidak ada salah satu diantara mereka dari kejuruan kimia??
hemmm, pantas saja perusahaan ini sempat bangkrut, sehingga berganti alih kepimpinan..
selain itu, perusahaan ini memang sangat mementingkan kepuasaan pelanggan (eksternal) dibandingkan kepuasaan karyawan (internal), padahal bisa dibayangkan bagaimana jika kepuasaan internal tidak terpenuhi???
mereka pun pasti akan bermalas-malasan atau menunda-nunda pekerjaan, akan terbentuknya rasa sakit hati terhadap perusahaan yang akan menguras tenaga, hati dan pikiran mereka, dan pasti mereka akan mengeluh karena mereka merasa tidak dihargai oleh 'pimpinan-nya' padahal mereka sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan itu, bertahan selama ini, dengan gaji yang tidak tinggi, miris rasanya mendengar cerita itu..
bukankah ciri-ciri diatas aka menurunkan kualitas kita sebagai SDM yang mempunyai skill dan attitude yang baik??
entah, mereka hanya menakuti-nakuti saya selaku 'newbie' disana karena takut tersingkir, atau mereka memang hanya bercerita tentang buruknya 'penggunaan' SDM di perusahaan ini???
ya, yang bisa saya lakukan sekarang adalah saya harus lebih berpositif thinking dalam perusahaan ini, saya ingin turut menyumbang ide atau tenaga saya untuk dapat memajukan perusahaan ini, dan setelah saya berkarya dengan baik saya ingin memajukan permohonan untuk mementingkan kepuasan internal ya, semoga saja 'orang-orang besar' itu sadar, bahwa pentingnya kepuasan internal, karena jika kepuasan internal itu terpenuhi, jalannya produksi di perusahaan ini pasti sangat lancar dan baik untuk semuanyaa... bukankah lebih baik bila itu terjadi???
kepuasan pelanggan itu penting, tapi, kepuasaan karyawan tidak kalah penting :)
oia, ada satu pertanyaan lagi, yang sampai sekarang belum saya temukan jawabannya,
apakah kita harus mencintai apa yang kita lakukan??
atau
kita lakukan yang kita cintai??
terima kasih :))))
terima kasih Mbak Baby..., emua berpangkal dari kata CINTA...jadi selama ada CINTA berarti kita mau belajar, semuanya pasti ada manfaatnya...time to learning with love Mbak..sukses dan salam SOBAT !
ReplyDelete